MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER

 MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk menunyjang keberhasilan dalam suatu usaha pemeliharaan ayam broiler (pedaging).
Keberhasilan peternakan ayam broiler tidak terlepas dari peran peternak dalam pemeliharaan dan perawatan ayam broiler periode starter.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER saat DOC pada kandang tertutup diharapkan dapat meminimalisir penularan penyakit dan menentukan hasil produktifitas pada ayam broiler.
Perawatan dan pemeliharaan periode starter pada kandang tertutup meliputi pemilihan tempat pakan, dan tempat minum, penggunaan alat pemanas (broder), pemasangan chick guard, penyesuaian kepadatan kandang, penggunaan litter, pemberian pakan, dan minum pemberian vitamin, melakukan pemisahan jantan dan betina, melakukan sampling, aspek pemeliharaan, vaksinasi, santasi, biosecurity dan pencegahan penyakit yang diterapkan dengan benar sehingga hasil produksi yang diperoleh sesuai yang diinginkan.

 Aspek keberhasilan suatu usaha peternakan terutama ternak ayam broiler ada beberapa parameter yang perlu diperhatikan untuk mencapai produksi yang optimal. Salah satunya adalah MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER dan aspek manajemen produksi yang baik, seperti:
Persiapan kandang, Sistem brooding (induk buatan), Pemberian pakan dan air minum, Pengaturan layar dan litter,  Program vaksinasi dan pengobatan, Pencatatan dan penimbangan, serta Grading dan pemanenan.
Di era seperti saat ini untuk mencapai produksi yang bagus serta optimal rasanya tidaklah sulit melihat sarana produksi peternakan (sapronak) yang semakin berkembang dan banyaknya teknologi yang semakin modern.
Di samping itu dengan di dukung dengan adanya peningkatan mutu genetik bibit ayam broiler yang baik dan unggul, pakan berkualitas, kandang yang modern dan program manajemen yang baik. Tidak akan di capai hasil produksi yang optimal tanpa adanya MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER yang baik.

MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER

1. Persiapan Kandang

 Setelah kandang selesai dipakai produksi di periode sebelumnya, seluruh kandang dan peralatannya harus dibersihkan, disucihamakan dan diistirahatkan sejenak sebelum disiapkan menerima DOC baru untuk memulai periode berikutnya.
Perlakuan ini  bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit, supaya apabila pada periode sebelumnya ayam terserang penyakit, ayam pada periode berikutnya tidak tertular oleh penyakit yang sama.
Walaupun kegiatan ini tidak terkait langsung dengan proses produksi, namun sangat memegang peranan penting yang akan menentukan keberhasilan suatu proses produksi (50% keberhasilan pemeliharaan).

2. Sistem brooding (induk buatan)

 Pada tahap awal pemeliharaan, induk buatan ini memegang peranan penting dalam pertumbuhan ayam karena sistem brooding yang baik akan membantu ayam memiliki pertambahan berat badan yang baik dan sistem kekebalan tubuh yang baik dalam membantu ayam tumbuh sampai ukuran panen yang baik dengan waktu yang sesingkat mungkin.
3.Pemberian pakan dan air minum
Diberikan ad libitum (sepuasnya) dan harus selalu tersedia serta mudah dicapai.
Pada umur awal, pakan diberikan sesering mungkin dan secara bertahap dikurangi frekuensinya sampai saat diganti tempat pakan gantung (hanging feeder) .
Pada beberapa kasus, seperti saat suhu lingkungan panas, diadakan pembatasan pakan.

4. Pengaturan layar dan litter

 Seiring dengan pertumbuhan ketika tubuh ayam mulai tahan terhadap suhu lingkungan dan droping (kotoran) yang menghasilkan amoniak mulai banyak, layar dapat dibuka bertahap tergantung cuaca.
Untuk kandang postal, sekam (litter) ditambah dan dicampur rata agar litter tetap kering, kalau ada yang basah atau menggumpal lebih baik diangkat dan diganti yang baru.

5. Program vaksinasi dan pengobatan

 Ada dua macam jenis vaksin yaitu:

  • Vaksin live atau hidup (aktif)
  • ND, IB, IBD, FP, AE, ILT, Reo, Marek, Cocci.

  • Vaksin killed vaksin atau vaksin mati
  • ND, AI, IB, IBD, Coryza


    6. Pencatatan dan penimbangan

     Manajemen pemeliharaan ayam broiler adalah manajemen kelompok (flok) sehingga pencatatan (recording) sangat penting agar kecenderungan produksi yang buruk dapat terdeteksi secara dini sehingga target produksi dapat tercapai.

    7.Grading dan pemanenan

     Perlu dilakukan supaya ayam yang ukurannya lebih kecil dapat mengejar pertumbuhan berat badannya dengan yang lebih besar.
    Pemisahan dilakukan sejak awal untuk mengurangi stress karena pemindahan lokasi.
    Dalam MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER hal yang perlu diperhatikan yaitu, Persiapan kandang, Sistem brooding (induk buatan), Pemberian pakan dan air minum, Pengaturan layar dan litter,  Program vaksinasi dan pengobatan, Pencatatan dan penimbangan, serta Grading dan pemanenan.. Sehingga akan diperoleh performans ayam broiler yang optimal.

    TERIMA KASIH
    semoga bermanfaat

    Related Posts :

    0 Response to "MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER"

    Posting Komentar